Ratusan Diduga Pelaku Penipuan Daring Kamboja Tinggalkan Sihanoukville Usai Penangkapan Bos Besar
PHNOM PENH, LELEMUKU.COM - Ratusan orang yang diduga terlibat dalam jaringan penipuan daring (scam) di Kamboja terlihat berhamburan meninggalkan pusat-pusat operasi mereka setelah bos besar yang dituding sebagai raja penipuan ditangkap dan dideportasi ke negara asalnya.
Kota pesisir Sihanoukville, yang selama bertahun-tahun dijuluki sebagai “kota penipuan” karena menjadi pusat operasi scam call center dan penipuan investasi daring, mendadak dipenuhi pemandangan orang-orang yang menyeret koper, monitor komputer, peralatan elektronik, serta hewan peliharaan. Banyak dari mereka terlihat bergegas menuju stasiun bus, pelabuhan, atau perbatasan darat menuju Thailand dan Vietnam.
Kejadian ini terjadi menyusul penangkapan dan deportasi seorang warga negara asing yang disebut sebagai pemimpin utama salah satu sindikat penipuan terbesar di wilayah tersebut. Penangkapan tersebut dilakukan oleh otoritas Kamboja bekerja sama dengan kepolisian internasional, dan deportasi dilakukan pada akhir pekan lalu.
Sejak berita penangkapan menyebar, banyak pekerja dan operator di pusat-pusat scam yang berlokasi di gedung-gedung apartemen, hotel, dan kompleks komersial di Sihanoukville mulai mengemasi barang dan meninggalkan lokasi secara massal. Beberapa saksi mata melaporkan bahwa jalan-jalan utama kota tersebut dipadati truk pengangkut barang dan kendaraan sewaan yang membawa peralatan komputer serta monitor dalam jumlah besar.
Pemerintah Kamboja telah meningkatkan pengawasan dan razia terhadap operasi penipuan daring sejak tahun 2024, termasuk penutupan ratusan pusat call center ilegal dan pemulangan paksa ribuan pekerja asing. Namun, penangkapan bos besar ini diyakini menjadi pemicu kepanikan terbesar di kalangan pelaku scam.
Sihanoukville sempat mengalami lonjakan populasi dan pembangunan pesat pada 2018-2022 akibat investasi besar dari Tiongkok, termasuk kasino dan kompleks hiburan. Namun, banyak di antaranya kemudian berubah menjadi basis operasi penipuan daring yang menargetkan korban di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Otoritas Kamboja menyatakan akan terus melakukan penindakan tegas terhadap sindikat penipuan daring dan mendorong pemulangan sukarela bagi pekerja asing yang terlibat. Sementara itu, negara-negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam telah meningkatkan pengawasan di perbatasan untuk mencegah perpindahan pelaku scam ke wilayah mereka.
Perkembangan situasi di Sihanoukville dan upaya pemberantasan jaringan penipuan daring di Kamboja akan terus dipantau. (evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri