Banjir Merendam Jalan Raya Daan Mogot Cengkareng, Arus Lalu Lintas Lumpuh Total

Banjir Merendam Jalan Raya Daan Mogot Cengkareng, Arus Lalu Lintas Lumpuh Total

JAKARTA BARAT, LELEMUKU.COM - Banjir masih merendam Jalan Raya Daan Mogot di area Taman Kota, Cengkareng, Jakarta Barat, dengan ketinggian air mencapai sekitar 60 cm pada Kamis malam, 22 Januari 2026. Arus lalu lintas di jalur tersebut lumpuh total sejak sore hari dan belum menunjukkan tanda-tanda surut hingga pukul 20.00 WIB.

Banjir diketahui terjadi sekitar pukul 15.00 WIB atau jam 3 sore. Awalnya air hanya setinggi 30 cm, namun semakin malam debit air terus bertambah akibat kiriman dari hulu, terutama dari kawasan Tangerang dan Bogor melalui Kali Mookervaart.

Saat ini hanya jalur kanan dan jalur busway yang masih bisa dilintasi oleh sepeda motor. Banyak pengendara motor nekad menerobos banjir dengan menghidupkan mesin, sementara yang lain memilih mendorong motornya karena khawatir mogok di tengah genangan. Beberapa motor terlihat mogok dan menepi di tikungan menuju Taman Kota.

Truk-truk dan kendaraan berat mulai melintas seiring waktu menunjukkan malam hari, namun tetap terbatas pada jalur kanan. Di dalam kawasan perumahan Taman Kota, banjir bahkan mencapai hampir 1 meter sehingga jalur pintas melalui permukiman tidak bisa digunakan.

Banyak pengendara akhirnya meninggalkan motornya dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Di lokasi terlihat sekelompok anak muda menggunakan gerobak untuk mengangkut motor-motor yang mogok melintasi banjir, dari Taman Kota hingga Jembatan Gantung. Mereka tidak mematok tarif tetap, melainkan menerima bayaran seikhlasnya dari pemilik motor.

Pompa-pompa yang dioperasikan Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat tidak bisa bekerja optimal karena permukaan air di Kali Mookervaart sudah setinggi atau bahkan lebih tinggi dari jalan raya. Akibatnya, air yang dipompa keluar kembali masuk ke jalan raya, sehingga proses penyedotan menjadi sulit.

Area banjir meliputi mulai dari Halte Taman Kota hingga Halte Jembatan Gantung. Setelah sempat kering di sekitar Jembatan Gantung, banjir kembali muncul di depan Samsat Jakarta Barat (KM 13) dengan ketinggian serupa sekitar 60 cm, membuat arus lalu lintas benar-benar lumpuh.

Di persimpangan Pesing menuju Green Garden, kendaraan tidak bergerak sama sekali. Banyak pengemudi memutar balik ke arah Pesing, sementara penumpang taksi dan ojek online memilih turun dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Kendaraan yang sudah terlanjur menerobos banjir sering terjebak di tengah genangan karena tidak memiliki pilihan lain selain memutar balik di bawah jembatan penyeberangan orang untuk pindah jalur menuju Grogol.

Hingga berita ini disusun, banjir telah berlangsung selama lebih dari 5 jam dan debit air terus bertambah. Masyarakat diimbau menghindari jalur tersebut dan mencari rute alternatif. Petugas gabungan dari Dinas Penanggulangan Bencana Daerah, Suku Dinas SDA, dan kepolisian masih berupaya menangani genangan, namun kondisi cuaca dan kiriman air dari hulu menjadi tantangan utama. (Albert Batlayeri)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya